Akan Di Bawa Kemana?

Akan Di Bawa Kemana? ya ... itulah pertanyaanku dalam beberapa hari ini. Hidupku tentunya, banyak sekali hal yang aku lihat dalam beberapa waktu kemarin, tentangku, kehidupan disekitarku dan juga keinginanku. Yang kupikirkan setelah kejadian beberapa tahun lalu, aku hanya ingin memberikan yang terbaik untuk orang tuaku dan bermanfaat tentunya untuk diriku sendiri.

Setidaknya aku ingin orang tuaku tidak menangis lagi, tersenyum bangga padaku. Dan ingin sekali itu terwujud saat ini. Apalagi setelah beberapa waktu lalu, kulihat sangat jelas terpancar dari raut wajah, sangat jelas ada perih ... dan aku hampir kaget sekali saat seorang yang selama ini begitu dibanggakan mengiris perasaanNya. Itu sangat mengagetkan sekali, bukan hanya untuk beliau, ayah dan ibuku namun buatku.


Orang yang selama ini juga ingin aku contoh, selalu ingin kujadikan pedoman jalanku ternyata tidak sesempurna yang kulihat dari luar. Dan aku tau betul aku juga tak bisa menjadi manusia sempurna, namun aku sama sekali tak ingin merobek perasaan orang yang melahirkan aku, walaupun selama ini aku selalu berada dijalan yang berbeda dengan ayah. Selalu tak pernah dipandang beliau.

Aku merasakan sekali bagaimana berubah orang tuaku melihatku setelahnya, ini memang melegakan aku, akhirnya terbuka juga untuk yang lain, bahwa tidak selalu yang dibanggakan bisa membanggakan. Namun, kenapa harus berada dijalan yang menusuk mereka. Yah, memang masih saja tidak berubah untuk kujadikan pedoman, namun bukan lagi yang kulihat secara kasat mata, aku hanya berpedoman untuk beralih arah, jangan sampai aku mengikutinya untuk merampas kebahagiaan orang tua.

Yah ... Sekarang akulah yang paling tua di keluargaku, aku yang bertanggung jawab untuk membuat mereka bahagia ... Kenapa harus kamu, orang yang selalu no 1 ... yang melukai ibuku, orang yang paling aku hormati. Aku yang seolah menjadi terbuang selama ini saja tak pernah berpikir seperti itu. Aku bahagia sekali ketika orang yang selama ini sebenarnya tak pernah melihatku berpaling dan welcome ... namun, kau tau beban ku benar-benar berat ... aku harus menghapus sakitmu, tidak mengulang dan harus jadi yang terbaik, sementara aku ... aku bukan anak yang bisa diatur sang ayah, yang selalu punya pendapat dengan nya.

Mother ... kau yang selalu memberiku yang terbaik buatku selama ini, saat sang ayah tak juga pernah mengganggapku ada ... kini, aku janji untukmu, untuk sakitMu kemarin ... aku tidak bisa jadi seperti dia yang selama ini jadi no 1 ... aku hanya ingin memberikan yang tak bisa diberikannya, tentu dengan apa adanya sifatku selama ini. For all family ... jadikan pelajaran dan berikan yang terbaik untuk beliau yang telah berjasa besar buat kita. Dulu kita sering membuat salah dan membuat menangis Beliau, kita sudah dewasa, sudah saatnya kita memberi senyum dan tawa untuk Mereka berdua ... Mom, i love you so much. Dad, makasih akhirnya penilaianmu sekarang menjadi lebih baik padaku.